SWIPE UP TO READ

Begini Cara Kerja Bayar Tol Tanpa Berhenti yang Bakal Diterapkan Tahun 2022

redaksi

Tekno07 January 2022

BEKASI - Selama ini, sistem pembayaran di seluruh ruas tol di Indonesia menggunakan skema tapping. Kedepan, cara itu tidak lagi dipergunakan, melainkan berganti menjadi sistem pembayaran tol tanpa berhenti atau multi lane free flow (MLFF). 

Sistem pembayaran anyar itu mulai diterapkan secara bertahap mulai akhir tahun 2022. Hal itu diklaim menjadi solusi agar tidak ada lagi kemacetan yang terjadi di gerbang tol.

Kepala Sibbidang Operasi dan Pemeliharaan I BPJT, Galuh Permana Waluyo menjelaskan sistem kerja dari MLFF ini menggunakan output unit yang terkoneksi dengan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Teknologi itu akan menditeksi pergerakan kendaraan. 

"Kemudian data tersebut akan diterima oleh server, kemudian dicocok dengan kamera  ANPR (Automatic Number Plate Recognition) ini bukan berfungsi sebagai mekanisme pembayaran tetapi sebagai pemantau penegakan hukum," lanjutnya. 

Kamera ANPR itu akan ditaruh di sejumalh titik tiap ruas jalan tol. Fungsinya untuk melacak kendaraan yang masuk ke jalan tol tanpa melakukan pembayaran.

"Artinya tentunya akan ada potensi-potensi kendaraan yang masuk tanpa melakukan registrasi aatu tidak membayar sebagai back-up plannya mekanisme yang terhubung dengan kepolisian sehingga nanti siapapun tidak membayar jalan tol akan kita kenakan denda," lanjutnya.

BACA JUGA : 

  • Tahun 2022, Pemerintah Kenalkan Sistem Pembayaran Tol Tanpa Berhenti
  • Kajian Terbaru Indonesia Selalu Rugi Karena Macet! Cara Ini Dianggap Jadi Solusinya...

Galuh menjelaskan, untuk penerapan MLFF di jalan tol ini pihaknya memberikan beberapa pilihan terkait alat yang digunakan.

"Alternatif alat yang digunakan yang pertama electronik on board unit kita tidak menggunakan device yang dibeli tapi menggunakan smartphone yang kita punya dan mendownload satu aplikasi disitu akan terintegrasi metode pembayaran serta data kendaraan," terangnya.

Selanjutnya, Galuh juga mengenalkan alat yang dinamakan on board unit. Namun pihaknya tidak merekomendasikan alat tersebut karena harganya terbilang mahal.

"Kemudian ada electronic route tiket atau tiket sekali jalan. Kita coba jadikan alternatif karena kita melihat perbedaan karakteristik masyarakat seseorang frekuensi menggunakan jalan tol. Ada masyarakat yang satu bulan hanya satu kali. Mereka tidak perlu mendownload aplikasi tapi bisa menggunakan pembelian secara langsung," pungkasnya.

Terkini

Join Grup

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda