SWIPE UP TO READ

Batalkah Mandi Ketika Berpuasa? Ini Penjelasannya

rieda_qurrotu

Bekasinians10 April 2022

Bekasi, BKS24Jam— Hallo Bekasinians! Memasuki hari kedua berpuasa, bagaimana nih? Masih semangat kan puasanya? Lancar kan? Semoga kita terus semangat dalam menjalankan puasa dan beribada di bulan yang mulian ini. Aamiin.

Membicarakan tentang ibadah puasa dan hal-hal yang berkaitan dengannya, terdapat satu pertanyaan yang mungkin sering dipertanyakan oleh orang-orang yang berpuasa tentang hukumnya seseorang yang kemasukan air ke dalam rongga-rongga tubuhnya ketika sedang melaksanakan mandi. Lalu bagaimana, apakah puasanya batal atau tidak? Mari kita simak penjelasannya sebagai berikut.

Terkait dengan masalah mandi, ulama membahas tentang masalah tersebut dengan mengelompokkannya ke dalam dua bagian. Pertama, mandi yang dilaksanakan dalam waktu tertentu adalah mandi ma’murun bihi atau masyru’un bihi. Kedua, yaitu mandi ghairu masyru’in bihi.

BACA JUGA : 
Niat dan Do'a Shalat Tahajjud, Arab, Latin, Arti, Serta Keutamaannya

Mandi ma’murun bihi atau masyru’un bihi adalah mandi yang diperintahkan oleh syari’at Islam untuk melaksanakannya, seperti mandi wajib yang wajib dilaksanakan ketika seseorang yang sedang dalam keadaan janabah. Ataupun mandi sunnah seperti mandi yang dilakukan sebelum shalat Jum’at (karena disunnahkan). Apabila mandi tersebut adalah mandi ma’murun bihi atau mandi yang diperintahkan oleh syari’at Islam baik yang diwajibkan maupun yang disunnahkan, kemudian ketika mandi lalu kemasukkan air ke dalam rongga tubuhnya tanpa sengaja, maka tidak membatalkan puasanya dengan syarat mandinya dengan cara mengguyurkan atau mengalirkan air dari atas ke bawah. Apabila mandinya dengan cara menyelam atau masuk ke dalam air (seperti orang yang berenang), lalu air tersebut masuk ke dalam rongga tubuh maka bisa membatalkan puasa.

Dikatakan oleh Syaikh Sulaiman Al-Bujairomi di dalam kitab Bujairomi Alal Khatib bahwa ketika seseorang mandi dengan cara menyelam dan dia sedang melaksanakan ibadah puasa, kemudian masuklah air ke dalam rongga tubuhnya secara tidak sengaja, maka hukumnya adalah jikalau kebiasaan mandi tersebut memang menyebabkan masuknya air ke dalam rongga tubuh, maka jikalau dilaksanakan bisa membatalkan puasa. Jikalau tidak, maka tidak membatalkan puasa, yaitu mandi tersebut adalah mandi masyru’un bihi.

Selanjutnya adalah mandi ghairu masyru’in bihi atau mandi yang tidak disyari’atkan contohnya seperti mandi lit-tabarrud (untuk mendinginkan badan) atau sekadar untuk membersihkan badan, kemudian tanpa sengaja masuklah air ke dalam rongga tubuh, maka hal tersebut bisa membatalkan puasanya, baik dengan mandi dengan cara mengguyurkan air dari atas ke bawah ataupun dengan cara menyelam.

SimpleWordPress
SimpleWordPress

Terkini

Join Grup

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda